Hanya aku yang tahu isi hatiku…

Adikku, Anakku…

Hari ini, seperti biasa, jika hari sabtu datang aku yang kebagian mengantar fira, adikku paling kecil ke sekolah TK. tidak jauh dari rumahku, masih bisa ditempuh dengan 15 menit perjalanan kaki. Biasanya ibuku yang mengantar, karna aku harus menjalankan kewajibanku yang lain di hari kerja.

Dari dulu (saat masih di PAUD) adikku tidak pernah berubah, selalu aktif dan tak pernah bisa diam barang 5 menit saja. Jika guru menerangkan, dia sibuk keliling kelas atau sibuk bermain sendiri. memang tidak salah, karna satu-satunya alasan dia masuk sekolah TK adalah “kan di TK banyak maenannya. di PAUD mah sedikit”. hahaha…that’s a child’s mind.

ditengah-tengah konsentrasiku memperhatikan de fira (maklum, aku harus konsentrasi penuh mengawasinya, takut tiba-tiba kabur ke taman bermain) ada seorang ibu, yang baru kali ini kulihat, menyapaku “biasanya di anter neneknya ya? neneknya kemana?”

Whatttt??? nenek? hehe…ni ibu kayaknya mengira de fira adalah anakku, dan ibuku adalah neneknya fira. sambil tersenyum-senyum aku menjelaskan “saya kakaknya ibu, yang biasa nganter itu ibunya. ini adik saya yang paling kecil”
ibu itu sepertinya malu karna telah salah mengira bahwa aku ini ibunya. wajar saja, dengan umur dan visualisasiku yang tak lagi seperti ABG, orang-orang akan menganggap bahwa de fira adalah anakku. Bukan sekali ini saja, bahkan setiap kali. Teman-teman ibuku pun menganggap de fira adalah cucunya, dan aku adalah ibu de fira. hehehe…aku langsung berfikir ‘jika anakku sudah sebesar ini (5 tahun) kapan aku buatnya? siapa bapanya?’ hihihi…ada-ada aja orang-orang itu selalu pede dengan kesimpulannya sendiri.

Ada lagi yang lucu, jika de fira bangun di pagi hari akan selalu teriak “teteeeeeehhh”, itu artinya dia minta di gendong turun dari tempat tidur. dan secara spontan dan memang sudah kebiasaanya, ayahku bilang “teteh, itu anakmu manggil”

Heh? siapa yang punya anak, siapa yang bertanggung jawab sih ini? hehehe…de fira juga kadang kalo di tanya “de fira anak siapa?”, spontan dia menjawab “anak teteh”. Bisa kumaklumi, jawaban itu keluar setelah mengalami proses yang panjang. Proses kedekatanku dengan de fira mulai dari bangun tidur, hingga tidur lagi. Mulai dari mandi, hingga minta bikinin susu. Mulai dari makan, hingga buka bungkus permen, dia lakukan bersamaku.

hehehe…itulah keluargaku yang lucu. Yang selalu membuatku benar-benar berada dalam sebuah keluarga.
Ah, terimakasih mah, pap… Terimakasih ya Allah, karna telah mengirimku ke keluarga ini.

4 responses

  1. “Nice artikel, inspiring ditunggu artikel – artikel selanjutnya, sukses selalu, Tuhan memberkati anda, Trim’s :)”

    July 28, 2010 at 2:46 pm

  2. seni

    amin…makasih

    July 28, 2010 at 6:12 pm

  3. “karna aku harus menjalankan kewajibanku yang lain di hari kerja.”
    Hehe… menghibur, tapi Aku sangat setuju dengan koment Mas Yohan Wibisono ARTIKEL YANG SANGAT MEMBERI INSFIRASI!! Nice Artikel…

    July 30, 2010 at 8:39 pm

  4. seni

    Amin klo bisa menginspirasi. makasih…

    August 2, 2010 at 4:37 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s