Hanya aku yang tahu isi hatiku…

Negri 5 Menara

Penulis : A. Fuadi

Pernah mendengar judul buku ini? mungkin sebagian besar orang pernah mendengar, bahkan sudah membacanya berkali-kali. Ini salah satu buku yang kubaca dalam 4 bulan ini.

Buku ini mengisahkan pengalaman hidup penulis di sebuah pondok yang bernama “Pondok Madani”. Orang lebih mengenal pondok ini dengan Gontor, begitupun Aku.

Ada kalimat favorit dalam buku ini yang membuatku selalu bersemangat dan lebih positif menatap masa depanku “Man Jadda Wajada…!” siapa yang bersungguh-sungguh, akan berhasil. Bukan pertama kalinya aku mendengar kalimat itu, namun setelah membaca buku negri 5 menara, kalimat itu bagai kalimat ajaib yang baru kudengar dan mampu menyetrum semangatku.

Bukan hanya itu, kegiatan-kegiatan yang digambarkan dalam buku ini, benar-benar membuatku iri dan membawaku melayang ke beberapa tahun silam. Keinginanku masuk pesantren sangat kuat saat itu, tapi apalah daya Tuhan memberikan jalan lain yang mungkin lebih baik untukku.

Ilahi lastu lilfirdausi ahla,
Walaa aqwa ‘ala naaril jahiimi,
Fahabli taubatan waghfir dzunubi,
Fainaka ghafirudz-dzanbil ‘adzimi…

potongan syair Abu Nawas yang tertulis dalam buku ini membuatku menitikan air mata…
Ah…entah sudah berapa lama aku tak menyadari betapa banyak dosa-doaku, bagai butir pasir dipantai yang takkan pernah habis dikeruk.

Mungkin karna aku jarang mendengar syair ini dilantunkan di mesjid dekat rumahku, kecuali bulan Ramadhan, itupun hanya sore hari menjelang buka. Ah…kemana saja aku selama ini?

Satu hal lagi yang aku suka dari buku ini, A. Fuadi benar-benar bisa mengajariku arti “Iklas”…yang hingga sesaat sebelum membaca buku ini sangat sulit kupraktekan. Fiuh…benar-benar buku yang membuatku sadar betapa banyak kekuranganku sebagai seorang muslim.

Ini adalah buku yang kusarankan untuk dibaca. Dan kalian akan berterima kasih kepadaku karna telah menyarankannya…Selamat membaca…yang ga punya bukunya, BELI…!!! hehehe…promosi gratis.

2 responses

  1. Hmmm..
    Buku yang akan bakal mengganggu kemalesan ku

    “Jika Kau terima taubat ku, maka memang hanya Egkaulah Dzat penerima segala taubat… Tapi jika Kau tolak aku.. Kau Usir aku, maka kepada siapa lagi, aku harus memohon… Tuhan”
    Potongan lain dari syair Abu nawas (dalam arti bebas yang, mungkin, se bebas-bebasnya..)

    July 20, 2010 at 5:48 pm

  2. seni

    yups…di bait terakhir yg kubaca seperti itu… yg membuat aku semakin optimis

    July 20, 2010 at 7:16 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s