Hanya aku yang tahu isi hatiku…

Keramat

Hai manusia, hormati ibumu
Yang melahirkan dan membesarkanmu

Darah dagingmu dari air susunya
Jiwa ragamu dari kasih-sayangnya
Dialah manusia satu-satunya
Yang menyayangimu tanpa ada batasnya

Doa ibumu dikabulkan Tuhan
Dan kutukannya jadi kenyataan
Ridla Ilahi karena ridlanya
Murka Ilahi karena murkanya

Bila kau sayang pada kekasih
Lebih sayanglah pada ibumu
Bila kau patuh pada rajamu
Lebih patuhlah pada ibumu

Bukannya gunung tempat kau meminta
Bukan lautan tempat kau memuja

Bukan pula dukun tempat kau menghiba
Bukan kuburan tempat memohon doa
Tiada keramat yang ampuh di dunia
Selain dari doa ibumu jua

……………………..

………..

Pernah denger lyric lagu kayak gitu? Yes!! itu lagunya rhoma irama yang dinyanyikan seorang pengamen di bis jurusan Kp.Rambutan-Subang yang kutumpangi. Suaranya benar-benar indah hingga aku benar-benar menikmatinya…

berkali-kali lagu itu dinyanyikan…diulang lagi..diulang lagi..
hingga aku sadar ada yang selama ini kulupakan yang tertulis jelas dalam lyric itu…

Kadang kita egois pada ibu…
sejak kecil, bahkan sejak kita masih berupa seonggok daging dalam perut, ibu sudah merawat kita dengan cinta dan kasih sayangnya..
Tapi disaat kita dewasa, disaat malaikat cinta mulai menimbulkan rasa tertarik dalam hati kita pada lawan jenis, apa yang kita lakukan?
Kadang kita melupakan mereka karna sibuk larut dalam dunia “pecinta” yang sebenarnya semu..

Disaat kita sedang lelah atau sedang melakukan sesuatu, dan ibu meminta tolong…kadang kita “dengan sadar” menolaknya.
Tapi disaat apapun, bahkan disaat sedang tidur, dan “kekasih” ingin bertemu…”tanpa sadar bahkan sadar” kita langsung mengiyakan.

Kadang kita tidak sadar disaat membuat ibu kita sedih bahkan hingga menangis…
Tapi kita menjadi begitu sensitif saat kekasih “hanya” memalingkan wajahnya

Kadang kita tidak sadar bersikap cuek saat ibu mengeluh kesakitan…
Tapi kita menjadi begitu khawatir (entah serius entah pura-pura) saat kekasih hanya mengeluh kelelahan

Kadang kita tidak sadar bersikap “sedikit” membangkang ketika ibu meminta kita melakukan sesuatu demi kebaikan kita…
Tapi kita menjadi penurut saat kekasih yang melarang

Kadang kita terlalu sibuk dengan pikiran-pikiran “aku takut kehilangan kamu”
tapi kita tidak pernah sadar suatu saat akan kehilangan ibu untuk selamanya yang mungkin bisa membuat kita “gila”

Saat patah hati, kita begitu larus dalam kesedihan hingga menganggap dunia ini runtuh bahkan mungkin sampai ingin mengakhiri hidup…
Tapi kita tidak pernah sadar, ada ibu yang selalu menemani kita, yang lebih sedih melihat anaknya disakiti…

Kekasih akan bisa menjadi sangat tega menyakiti hati kita…
tapi ibu, takkan pernah tega melihat hati anaknya terluka

Kekasih akan bisa dengan senang hati meninggalkan kita…
tapi ibu, takkan pernah bahagia meninggalkan anaknya

Padahal, jika meresapi kembali lyric Keramat-nya Rhoma Irama diatas, Doa ibulah yang keramat…bukan doa kekasih…

Yah…kadang kita memang tidak sadar…

5 responses

  1. ahnku

    haha… salam kenal http://ahnku.wordpress.com/2010/01/17/catatan-teman-mencintai-dan-dicintai/

    January 18, 2010 at 4:32 pm

  2. seni

    salam kenal juga…

    makasih

    January 22, 2010 at 4:55 pm

  3. abah

    seorang ibu harus diyakini keberadaannya di kehidupan ini, tapi sang kekasih harus dipertanyakan keberadaannya dengan sisi kebaikan dan kemaslahatannya, ok!

    January 26, 2010 at 8:50 am

  4. seni

    Ok deh abah..stuju!!!

    March 1, 2010 at 9:12 pm

  5. triana

    setujuuuu…gue banget tuh abah..!!!

    May 20, 2010 at 12:05 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s