Hanya aku yang tahu isi hatiku…

“Good Bye…!”

“Good Bye…”

 

Hanya itu sms yang kuterima darinya. Sms yang setiap hari aku nantikan, sms yang kuharap membawa angin kesegaran bagi hatiku, sms pertama kali yang kuterima sejak 3 bulan lalu sekaligus sms terakhir darinya. Singkat! namun membuat hatiku begitu terluka saat membacanya. Satu kata yang hingga kini sangat sulit untuk kulupakan.

 

…………………………………………………

 

“Ay…aku dapet kerjaan nih di Riau. Boleh ngga?”

“Hah? Riau? Jauh amat yank. Ngga bisa apa nyari yang disini?”

“Mmmm…bukannya gitu. Waktu itu om Andre ke rumah ngasih tau ada lowongan di kantornya, pas banget kedengeran mamah. Akhirnya mamah nyaranin aku buat ngelamar kesitu. Sebenernya aku juga udah lama pengen kerjaan ini. Eh, pas ada kesempatan, ya udah aku ambil. Kerjanya enak, gajinya gede, udah gitu bisa pulang-pergi dari rumah lagi.”

“Udah lama? Trus kenapa kamu baru bilang sekarang?”

“Maafin aku Ay, bukan maksud aku nutup-nutupin. Aku cuma lagi nyari waktu yang tepat aja. Aku takut kamu marah dan ngelarang aku pergi.”

“Trus, klo aku bilang ngga boleh gimana?”

“Mmmm…gimana ya? Aku udah tandatangan kontrak pas kemaren pulang ke rumah dan mulai Senin depan aku masuk kerja. Kalo aku batalin kontraknya aku harus bayar denda, kan melanggar kontrak.”

“What? Kamu udah tanda tangan kontrak dan ngga bilang sama aku? Jadi kamu balik lagi kesini buat bawa barang-barang kamu? Ty, come on! Kamu anggep aku ini apa?”

 

Tya terdiam. Aku kecewa, bukan karna kekasihku akan pergi ke tempat yang tidak mungkin bisa kukunjungi tiap minggu, tapi karna berita itu datang begitu tiba-tiba. Bukankah senam pun harus ada pemanasan? Tinggal 2 hari lagi menuju Senin dan aku tak tau apa yang kurasakan saat ini. Haruskah aku menyia-nyiakan waktuku yang tinggal beberapa puluh jam lagi ini dengan memarahinya? Ah…aku benar-benar tak sanggup untuk kehilangan wanita yang sejak 5 tahun terakhir ini kupacari.

“Ay…aku bukanya mau ninggalin kamu. Kan sesekali kamu masih bisa maen ke rumah aku. Atau kalo aku libur, gantian aku yang kesini. Lagian aku juga ngga mau lama-lama pisah dari kamu. Nanti kalo ada lowongan yang cocok sama kamu, aku kasih tau deh. Siapa tau kita bisa satu kantor. Ya kan?”

 

Ah…Tya, kau tak kan mengerti apa yang aku rasakan saat ini. Bagaimana aku bisa mengunjungimu jika sejak awal orang tuamu tak pernah menyetujui hubungan kita? Bagaimana aku bisa mencari kerja di tempatmu sedangkan orang tua yang sangat kukasihi tak mungkin kubawa pindah dari pulau Jawa ini? Apakah ada jaminan tebing cintamu takkan terkikis saat teman-teman kantormu mencoba mengisi ruang kosong dihatimu yang kutinggalkan untuk sementara?

 

“Ay…!” Genggamannya menghancurkan skenario lamunanku. Kutatap wajah yang selama 5 tahun ini selalu kurindukan disetiap mimpi-mimpiku.

 

“Kamu marah ya Ay?” Ah…aku benar-benar tak sanggup melihat wajahnya untuk saat ini. Wajah yang selama 5 tahun selalu memberi kesejukan dihatiku , wajah yang mulai senin depan tak bisa lagi kupandangi sesuka hati.

“Sayank…maaf kalo untuk sesaat aku kecewa sama kamu. Perasaan itu muncul karna aku benar-benar takut kehilangan kamu. Tapi aku sadar kalo itu semua hak kamu. Hak kamu untuk menentukan masa depan kamu sendiri. Jadi aku ngga punya hak untuk ngelarang kamu.”

“jadi kamu ngebolehin aku pergi?”

“yups! Lagian kan klo di Riau aku ngga perlu khawatirin kamu. Udah ada yang jagain, mamah sama papah kamu.”

“Makasih ya Ay…” Tya mengecup pipi kiriku. Ah…mungkin beberapa hari kedepan…beberapa bulan kedepan…aku akan sangat merindukan kecupan ini. Hhh…

 

6 Bulan kemudian…

 

To : watashi.tya@yahoo.com

Cc :

Subject : baca, pliss….

 

Yank…kamu kmn aja sih? Hp kamu knp? Kok ngga bisa dihubungi?

Oh ya, minggu depan aku ke Riau, ngerjain proyek dosenku slama 1,5 bulan. Ketemuan yuk!!! Aku jg sekalian pengen ke rumah kamu.

 

Who always Miss U…

 

Doni

 

…………………

 

Sms diterima

 

Dari :

Lovely Tya

10.11.2009

08:13 PM

 

Good bye…

6 responses

  1. Ati-ati jatuh cinta,
    Gagal jatuh naik pitam,
    Gagal naik ketiban sial!

    Salam Kenal!

    November 12, 2009 at 6:14 pm

  2. seni

    hehe…kykny pny pengalaman buruk nih…salam kenal jg.thx udah berkunjung

    November 13, 2009 at 9:42 am

  3. Ah! Buruk sih tidak. Sebenarnya aku mau unjuk istilah dan nanya, mengapa cinta itu jatuh, pitam naik dan sial itu niban,

    Salam!

    November 13, 2009 at 5:06 pm

  4. Ada yg bisa bantu!

    November 13, 2009 at 11:53 pm

  5. seni

    Kadang ketika orang jatuh kedalam “lingakrang setan” yang berjudulkan cinta, terlalu mengedepankan perasaan tanpa mengedepankan logika. Makanya mengapa emosi lebih “berperan” dalam konteks ini.
    “ada yg bisa bantu?” siapa? karna biasanya para pecinta sulit untuk dibantu. Mereka selalu mencari pembenaran atas dirinya tanpa mau menerima masukan bahkan pertolongan dari orang. karna menurut mereka, “hanya aku yg tau”…

    November 14, 2009 at 8:12 am

  6. Ya! Biasanya hanya orang yg sakit tubuhnya yg mau mengaku sakit. Utk korban sakit “jatuh cinta” (keiiwaan), ehm, ntar dulu. Utk sakit rohani tak ada yg mengaku.

    Jatuh cinta, naik pitam dan ketiban sial.
    Pertanyaanku adalah istilah jatuh, naik dan ketiban.
    Emang lucu, ada naik cinta, jatuh pitam dan ketabrak sial.

    Pls, koreksi jika salah!
    Kata “jatuh” umumnya digunakan pd derita dan selalu ada korban.
    Kata “naik” umumnya digunakan pd bahagia, ada anugerah.
    Kata “ketiban”, ah, ini bukan kesengajaan kali, tapi kesan ketiban itu seolah dari atas.

    Gimana tuh!

    Salam Damai!

    November 14, 2009 at 5:40 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s