Hanya aku yang tahu isi hatiku…

Indri…

Indri…nama yang selalu terngiang ditelinga tanpa pernah sengaja kuingat, sosok yang selalu mampir tanpa pernah sengaja kuundang, wanita yang selama ini diam-diam kukagumi tanpa pernah kuungkapkan.

1 message

PR_Fitri

Ass.Arif…aq ktrima krj d JkT.

d knsultan.thanks ya doany…:P

reply

http://www.alhmd…ikut sneng.

Slmt ya…:P

Sending message

Jantungku selalu berdebar jika ada sms dan telfon darinya, namun tidak kali ini. Sms ini membawa kabar gembira, tapi entah kenapa hatiku begitu perih saat membacanya.

….

5 tahun bersamanya selalu membuatku bersemangat mengikuti setiap kuliah, bersemangat menjalani hari-hariku di Jatinangor walau aku jauh dari orang tua.

Mungkin keberadaanya sebagai anak tunggal yang membuatku dengannya bisa berteman dekat di awal-awal perkuliahan, karma aku pun anak tunggal.

Dia begitu energik, cerdas, sedikit ‘centil’, dan itu semua yang membuatku sangat mengaguminya.

Selama 5 tahun kusimpan perasaan ini didasar hatiku tanpa pernah berani kuungkapkan. Aku sengaja tak mau menodai persahabatan kami hingga suatu hari setelah lulus S1, aku menelfonnya.

“Assalamualaikum!” suaranya yang halus di seberang telfon membuat jantungku berdegup kencang melebihi detik jam dinding.

“waalaikumsalam!” jawabku, aku bisa merasakan suaraku yang bergetar karma tegang.

“Hai Rif! Apa kabar?”

“Alhamdulillah baik. Kamu?”

“Aku juga baik. Ada apa nih? Tumben kamu nelfon”

“Mm…fit, besok aku mau tes PNS, doain ya…”

“O ya? Wah, smangat ya!!! Pasti aku doain”

“Makasih…kalo aku lulus, insyaAllah aku akan langsung melamar kamu”

…..

Tak pernah terfikir olehku bahwa dia akan menolak sebelum aku benar-benar melamarnya.

“Maaf Rif, aku mencintai orang lain dan kami akan segera menikah”

Kata-kata terakhirmu itu selalu terngiang ditelingaku. Membuatku selalu merasa ditinggalkan, bahkan selalu menutup hati untuk wanita lain.

Semakin keras usahaku untuk melupakanmu, semakin kuat pula ingatan tentangmu hilir mudik dikepalaku.

Ah…semua sudah berlalu.

Ku non-aktifkan HP-ku, lalu kututup mataku. Dalam kesunyian aku berdoa, semoga aku mendapatkan bidadari penggantimu.

Untuk Aa yang telah kupinjam ceritanya…doaku untukmu sama seperti Arif dalam cerita ini. Semoga kau mendapatkan bidadari yang bisa mendampingimu dunia akhirat. Amin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s