Hanya aku yang tahu isi hatiku…

Cinta Datang Saat Luka Menyapa

Garis,sosok pria sederhana yang penuh kasih sayang walaupun sebenarnya dia tajir abiz. Perawakannya tinggi kecil, lumayan ganteng, cool pula, itu yang bikin banyak cewek ngelirik dia. Dia emang ga pernah pilih-pilih temen, tapi soal sahabat ga ada kompromi lagi. Bagi dia yang bisa jadi sahabatnya hanyalah Rintang, cewek manies tapi agak tomboy ini emang baeeeekk banget, care ma temen, slalu ada klo garis butuhin. Rintang emang orang yang paling deket dan paling ngertiin garis lebih dari siapapun, bahkan pacarnya sendiri. Persahabatan ini sudah berjalan 6 tahun semenjak mereka menginjak bangku SMA.

Dulu…Bunga adalah wanita terindah yang pernah mampir di hati Garis, tapi setelah mereka resmi berpacaran Garis baru menyadari bahwa Bunga bukanlah wanita terindah seperti yang dia impikan. Ga sekali aja Garis ngedenger gosip bahwa Bunga suka jalan sama cowok lain dibelakangnya, tapi dia ga pernah percaya hingga Rintang bilang,”Ris, sorry ya…!bukannya gua mo ngomporin lo, cuma kali ini gua bener-bener yakin yang gua liat tuch Bunga.” Garis bingung siapa yang seharusnya dia percaya, karna selama ini Bunga slalu membantahnya. Setiap Garis menanyakan masalah ini, Bunga selalu bisa mengelak, dia bilang ” Sayang..yang kemaren tuch temen les aku” atau apalah jawabannya yang selalu bisa meyakinkan Garis. Disisi lain, Garis juga yakin bahwa sahabatnya ga mungkin ngebohongin dia.

Sekian lama Garis masih mempertahankan hubungan mreka, tapi dia merasa usahanya sia-sia, toh Bunga yang slalu dia sanjung-sanjung tetap tidak berubah. ”Ris, sejak kapan sich lo cengeng kayak gini?” kata Rintang membuyarkan lamunan Garis. ”Sejak kapan ya?” kata Garis dengan pandangan kosong. Sejenak dia terdiam dan tersenyum pahit ”sejak gua kenal dia, sejak gua jadian sama dia, dan sejak gua sayang banget sama dia.” Ada sedikit rasa ga rela di hati Rintang mendengar itu semua, tapi dia masih tetap mencoba menenangkan.

Rintang, dia emang laen dari cewek-cewek biasanya. Dia bukan tipe cewek yang memegang teguh feminisme, katanya “ Ga penting!yang penting tuch skill,klo feminim tapi unskill?NOTHING!!” setiap kali Garis ngeledek “Rin, skali-kali lo tampil feminim gitu..” Tapi justru itu yang bikin Garis salut dan sayang banget sama Rintang. Dia ga pernah nyusahin orang, selalu bisa nyenengin hati orang walaupun dia sendiri lagi sedih. Dia emang cewek yang tegar en mandiri banget, ga kayak cewek-cewek skarang yang pada cengeng. Dia selalu pegang prinsipnya,” Kalo iya, bilang Iya. Kalo enggak bilang enggak!” dia ga suka sama orang yang plin-plan. Rintang hobby banget sama yang namanya naek gunung. Katanya sich kalo udah naek gunung, smua masalahnya pasti beres deh. Dia emang salah satu anggota MAPALA alias mahasiswa pecinta alam di kampusnya, makanya dia benci banget sama orang-orang yang ngakunya cinta alam tapi masih aja buang sampah sembarangan. Ga jarang loh Garis dimarahin gara-gara suka buang sampah sembarangan, katanya “Lo ga kasian apa ngeliat sodara-sodara kita kebanjiran akibat lo buang sampah sembarangan?”. Garis suka dibilang mahasiswa ga tau diri lah, penerus bangsa yang ancur lah, ga peduli lingkungan lah,pokoknya masih banyak lagi deh. Garis sich nyantai-nyantai aja dimarahin kayak gitu, karna sebenernya Garis juga malu buang sampah sembarangan tapi, biasalah dia kan paling seneng ngeliat Rintang ngomel-ngomel masalah buang sampah sembarangan. he…he…he…

Week end ini rencananya Rintang mo naek ke Gunung Merapi. Seperti biasa, Garis pasti ngebujuk supaya Rintang ga pergi soalnya kalo udah naek gunung dia suka lupa sama Garis. Cie…critanya jealous sama gunung neh (penting ga sich?). Sebenernya sich ga itu aja, hari Senin ini kan Garis Ulang Taun yang ke 21 dan dia pengen Rintang juga ikut ngerayainnya. Tapi yang namanya Rintang, sekali enggak tetep aja ENGGAK!!!!

Hari Minggu….

Rencananya hari ini Garis mau ngasih kejutan buat Bunga, katanya sich dalam rangka memperbaiki hubungan mereka yang akhir-akhir ini amburadul. Dari pagi dia udah sibuk nyiapin kado istimewa buat kekasih tersayangnya itu. Tapi sayang, semangat Garis buat bikin surprice dibayar dengan sakit hati oleh Bunga. Garis melihat dengan mata kepalanya sendiri, kekasih yang selama ini dia percaya telah berhianat. Bunga sedang bermesraan dengan laki-laki lain di halaman belakang rumah Bunga. Emosi Garis memuncak seketika dan langsung melabraknya habis-habisan. Bunga hanya bisa terdiam dan menangis karna merasa bersalah. Saat itulah Garis memutuskan hubungan mereka. Garis berlari menuju mobil, layaknya pembalap F1 dia menyalip semua mobil yang ada didepannya tanpa dia sadari. Fikirannya hanya dipenuhi rasa kecewa dan penyesalan ”ternyata rasa sayang yang gua pelihara slama ini hanya membutakan gua akan kenyataan yang ada” dan BANG!!!!! Semuanya lenyap gitu aja.

Saat sadar dia ada di Rumah Sakit, dia melihat Rintang disampingnya. ”HAPPY BIRTHDAY!!”teriak Rintang sambil ngasih bunga edelwise yang udah lama banget Garis pengen. ”Rin…” Garis memeluk Rintang sambil menangis.

Rintang keliatan lelah banget, entah kenapa dia selalu bahagia ngeliat Rintang ada disisinya. ”Lo emang bidadari yang dikirim Tuhan buat gua Rin…Lo selalu bikin hati gua tenang, dan lo selalu ada disaat gua butuh. Makasih atas persahabatan yang indah ini Rin…” bisik batin Garis.

………………………………………………………………………………………………………………

Seminggu kemudian di bandara…..

“ Kok jauh amat sich naeknya? Kenapa ga yang deket aja sich? Gunung Salak misalnya, atau Gunung Gede deh.” Bujuk Garis saat Rintang memutuskan pergi ke Lombok. Rintang dan MAPALA di kampus memutuskan Pendakian kali ini adalah ke ‘Rinjani’ gunung yang terkenal di Lombok dan Indonesia juga tentunya. “ Ris, lo kan tau gua udah lama banget pengen ke Rinjani. Ga ada salahnya donk kalo gua ikut ekspedisi ini.kapan lagi coba…?” ya….Rintang emang bermimpi pergi ke Rinjani sejak SMA, tapi baru kesampean sekarang. Bukan masalah waktu Rintang pergi 2 minggu, tapi ada perasaan ga rela ngelepas kepergian Rintang di hatinya. Selama nunggu temen-temen Rintang yang belum dateng, Garis ga banyak bicara. Sesekali dia ngeliat jam buat mastiin kepergian Rintang.

“Rin…!” Garis masih ga rela Rintang pergi. “Udah deh Ris, knapa sich lo jadi gini? Ga bakal terjadi apa-apa sama gua, percaya deh! Lagian menurut ramalan minggu ini gue bakal beruntung, Ok!!”

Garis ga nyangka bahwa kata-kata di bandara tadi adalah kata terakhir yang terucap dari mulut Rintang dan ga akan pernah dia denger lagi.Ya.. Rintang telah pergi untuk selamanya, sesaat setelah Garis sampai dirumah. Dia melihat berita kecelakaan pesawat yang dinaiki Rintang di Televisi dan salah satu korban yang meninggal adalah ‘Rintang Safira Maharani’. Saat itu juga dia pergi ke kostan Rintang dengan mengendarai mobil kecepatan tinggi.

Di ruang tamu tempat Rintang kost, semua orang berkumpul dan menatap sedih kehadiran Garis.

………………………………………………………………………………….

Di sudut kamar Rintang terlihat pria berumur 21 tahun menangis sedih, dia belum bisa menerima kepergian sahabat yang paling dia sayangi, Rintang. Gadis manis yang selalu mengisi hari-harinya dengan senyuman. Dia teringat kembali kata-kata terakhir Rintang “Udah deh Ris, knapa sich lo jadi gini? Ga bakal terjadi apa-apa sama gua, percaya deh! Lagian menurut ramalan minggu ini gue bakal beruntung, Ok!!”

Garis kalut dan tak tau harus berbuat apa. Dia memandangi setiap sudut kamar, dan setiap barang Rintang yang kini menjadi kenangannya, hingga dia melihat buku harian. Dalam buku itu tertulis :

Kawan,

Maafkan aku tak bisa menjaga persahabatan yang indah ini

Ini memang kesalahanku.

Aku tau kau takkan pernah mengagumiku

Tlah kucoba pendam semuanya di hati yang rapuh ini, tapi sulit…

Hh…Andai Cinta ini bisa memilih…

Kawan,

6 Tahun telah berlalu

Semenjak kau jadi sahabatku…

Semenjak aku sayang padamu…

Semenjak itu pula kuserahkan hatiku untukmu…

Maafkan aku…!

Rintang, 14 Februari 2006

Untuk sahabatku yang takkan pernah bisa kulupakan,

Garis…..

“Rintaaaaaaaaaaaanngg….!!!!”jeritan sedih Garis membuat temen kost dan ibu kost Rintang menangis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s