Hanya aku yang tahu isi hatiku…

TEORI ADMINISTRASI KONTEMPORER

(Reformasi Adminiastrasi)


Dosen
: Dr. H. Entang Adhy Muhtar, Drs. MS.


Reformasi administrasi menjadikan system administrasi sebagai agen perubahan untuk menjamin adanya persamaan politik, keadilan social, dan pertumbuhan ekonomi (Lee dan Samonte, 1970)

Alasan terjadinya reformasi administrasi, yaitu :

1. Kelembagaan aparat masih jauh dari potensial.

Bukti : Pelayanan, masih menimbulkan ketidakadilan, karna selama ini masyarakat tingkat tinggi mendapat pelayanan maksimal (yang penting bias bayar lebih)

2. Inovasi lamban karna organisasi bersifat konservatif, dimana stabilitas dan keharmonisan selalu dijaga (biasanya dianut oleh kaum-kaum tua). Hal itu disebabkan inovasi (yang pada awalnya) selalu menimbulkan penolakan.

Pendekatan reformasi :

1. Reinventing government

2. New Public Administration/Management

3. Good governance


Reinventing Government (Mewirausahakan Birokrasi)

Reinventing Government is Looking at the government function with new eyes (David Osborne and Ted Gaebler).


Fungsi BIROKRASI :

Pada umumnya sebagai :

Perumus kebijakan

Policy Implementation

Public Service

Resource managing

Evaluation sebagai bentuk akuntabilitas


How the entrepreneurial spirit is transforming the public sector ?


The entrepreneur spirit :

1. Innovation : Adanya inisiatif dan kreatifitas yang tinggi

2. High Competition : Berdaya saing tinggi

3. Problem Solving : Berorientasi pada pemecahan masalah tetapi tidak menimbulkan masalah baru yang lebih besar

4. Knowledge and action : Setiap kebijakan dibuat berdasarkan hasil kajian/studi kelayakan dan tindakan dapat dipertanggungjawabkan

5. Take a Risk : bahwa setiap perubahan selalu dihadapkan segala kemungkinan tantangan, rintangan, resiko atau harga yang harus dibayar


Cara menghindari Solving the wrong problem, yaitu dengan melakukan studi kelayakan dilihat dari beberapa criteria :

a. Administratif Operability

b. Political Viability

c. Economic Possibility

d. Technical Feacibility


10 Prinsip Re-Gov :

a. Pemilihan metoda untuk mencapai efisiensi dan efektivitas

b. Pelayanan diserahkan pada masyarakat

c. Pemerintahan harus kompetitif

d. Perlu adanya penyederhanaan administrasi

e. Pemerintahan harus berorientasi pada hasil

f. Pemerintahan yang berorientasi pada pelanggan

g. Pemerintahan wirausaha

h. Pemerintahan antisipatif

i. Pemerintahan desentralisasi

j. Pemerintahan yang berorientasi pada pasar

3 responses

  1. RsYakusa

    Baguus….

    April 1, 2009 at 9:12 am

  2. ferita andreane mutie

    teori reformasi adminisrasinya baguuss..tapi penerapannya tidak seindah dan secantik teori yg ada,
    mudah2n kedepannya bisa direalisasikan dengan baik…Amiiin🙂

    November 7, 2010 at 8:27 am

  3. seni

    dear ferita, hehe…kayaknya kita smua juga udah tau deh ya… yang bikin teori kan orang luar indonesia, jd pasti bakalan sulit diterapkan di negara kita dengan kulture yang belum tentu sama dengan negara dimana teori itu tercipta….tp bukan tidak mungkin kok. hehehe…sok tau gitu…

    November 20, 2010 at 8:14 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s