Hanya aku yang tahu isi hatiku…

Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan

Penulis : Salim A. Fillah

Eh, kita udah jadian lho…!!

“Setiap kenikmatan yang membantu terwujudnya kenikmatan di hari akhir adalah kenikmatan yang dicintai dan diridhai Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Penghadir kenikmatan itu akan merasakan kenikmatan dalam dua segi. Pertama, perbuatan tersebut menyampaikan dirinya kepada ridha Allah. Selain itu, akan dating pula kepadanya nikmat-nikmat lain yang lebih sempurna”. (Ibnu Qayyim Al Jauziyah)

Abi Romantis Deh…

“Aku bermimpi melihatmu di dalam tidur…”, kata Rasulullah. “Engkau dibawa malaikat dengan tabir sepotong kain sutera yang sangat bagus. Lalu malaikat itu berkata padaku, ‘ini isterimu!’. Setelah aku buka tabir itu, tampaklah wajahnya dan ternyata itu adalah engkau. Maka aku berkata, ‘Kalau hal ini dari sisi Allah pasti akan terlaksana.” (HR Al Bukhari dan Muslim)

Saya yakin, ungkapan bahasa seperti yang dipakai Rasulullah untuk melukiskan pernikahannya dengan ‘Aisyah ini bias membuat hati para istri berbunga. Ada rasa penghargaan yang membuat kita merasa bernilai dihadapan suami. Ada rasa aneh yang tumbuh, rasa yang seolah menguatkan ikatan, menyuburkan tanaman, dan menghangatkan cinta. Alangkah dahsyatnya kekuatan kata jika dibingkai dalam kemesraan dan kedekatan.

Rasulullah memang tak pernah berdusta. Beliau memang benar-benar bermimpi melihat ‘Aisyah dibawa malaikat. Lalu bagaimana kita bias mencontoh bahasa seindah ungkapan Rasulullah? Kita -secara objektif- tidak mungkin tak berdusta kalau harus berbahasa semanis itu!

Tampaknya, kadang-kadang kata-kata ‘gombal’ diperlukan untuk membina sebuah keakraban yang barakah. Betapa penuh pengertiannya risalah Islam ini ketika memaklumkan bahwa dusta diijinkan di tiga tempat. Salah satunya, Walhamdulillah, adalah antara suami dengan istrinya.

“ Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam membolehkan dusta dalam tiga perkara : peperangan, mendamaikan dua orang berselisih, dan pembicaraan suami kepada istrinya.” (HR Ahmad)

Tentu dustanya bukan untuk menipu dan mengelabui. Bukan karna ingin menghianati. Bukan pula untuk menyembunyikan hal yang seharusnya diketahui bersama atau mengadakan kebohongan atas sesuatu yang tak perlu. Bukan itu semua.

Dustanya adalah dusta yang menguatkan ikatan, menghargai,dan memberi motivasi. Dustanya bisa berupa kalimat romantis menyanjung penampilan. Dustanya adalah pujian untuk masakan yang keasinan. Dustanya bias jadi berwujud ekspresi manja penuh kerinduan, atau kata-kata I miss you padahal baru berpisah dua jam yang lalu.

Sederhana saja, tak perlu mengada-ada. Tetapi suasana bicara yang romantis dapat kita hadirkan sejak mulai pengkondisian dan penataan hati.

Juga di Waktu Mandi

Dari Aisyah ia berkata, “Aku mandi bersama Rasulullah dari satu bejana. Rasulullah mendahuluiku sampai aku berkata, “Tinggalkan untukku, tinggalkan untukku!”. Waktu itu, keduanya berjanabat. (HR Muslim)

“Aku biasa mandi bersama dengan Nabi Shallallahu ‘Alaihu Wa Sallam dari satu bejana. Kami biasa bersama-sama memasukkan tangan kami (kedalam bejana).” (HR Abdurrazaq dan Ibnu Abi Syaibah)

Saya teringat seorang akhi di SMA yang begitu terobsesi dengan hadits-hadits ini. Semoga Allah menyayanginya dan memudahkan jalan pernikahan baginya. Oh iya, anda lebih tahu soal mandi ini. Saya tak merasa perlu dan memang tak mampu menjelaskan. Allahu Akbar!

Gimana? Romantis kan? Pastinya! Itu hanya sepenggal kisah dari buku karyannya Salim A. Fillah yang berjudul Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan.

Buku ini cocok dibaca untuk para remaja yang sedang beranjak dewasa, yang ingin segera menikah, yang ingin memiliki pacar hanya untuk main-main, atau untuk para remaja yang berniat punya pacar untuk pertama kalinya. Sebelum mengakhiri masa jomblomu, baca dulu buku ini, insyaAllah kita akan memiliki pandangan yang berbeda tentang pacaran.

Untuk para pria yang bingung mencari mencari cara-cara berlaku romantis terhadap pasangan, inilah gudangnya.

So, Penting ga sih pacaran? Penting banget, tapi setelah menikah. Hehe…semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s