Hanya aku yang tahu isi hatiku…

Meraih Kebahagiaan

Penulis : Jalaluddin rakhmat

Melanjutkan S2 dengan konsentrasi administrasi publik benar-benar memaksaku untuk memiliki intellectual curiosity. Bahasan tentang ilmu sosial yang begitu luas dan saling berkaitan ini membuatku terbiasa membaca buku-buku tentang filsafat, kepemimpinan, organisasi dan masih banyak lagi.

Sejak kubaca Pengantar Filsafat, aku tak pernah lagi menyortir buku yang harus dan ingin kubaca. Semua buku aku baca terutama yang ada kaitannya dengan public administration, tidak hanya komik dan novel seperti sebelumnya.

Hari ini aku baru saja membaca buku karya Jalaluddin Rakhmat, “Meraih Kebahagiaan”. Buku yang memaparkan tentang filosofi sebuah kebahagiaan. Dalam buku ini dibahas tentang kebahagiaan melalui kajian agama, filsafat dan ilmu pengetahuan, serta makna yang hakiki tentang kebahagiaan.

Setelah membaca buku ini aku tahu bahwa kebahagiaan tidak ditentukan oleh keberuntungan. Kebahagiaan ditentukan oleh perasaan ketersambungan dengan tujuan hidup, dan hanya datang dari kita. Berbeda dengan keberuntungan yang bisa datang dari mana saja.

Tidak sedikit manusia di muka bumi ini yang mengatakan “Aku akan bahagia jika banyak uang. Karna dengan uang kita bisa meraih apapun yang kita inginkan”. Pertanyaan yang kemudian timbul adalah benarkah kita bisa bahagia jika memiliki uang yang banyak? Di buku ini dijelaskan bahwa orang yang meletakkan uang diatas segala-galanya menganut paham materialisme. Sedangkan orang-orang materialisme umumnya punya sedikit kawan. Mereka mencari kebahagiaan dalam pemilikan, bahkan pada persahabatan atau persaudaraan. Benarkah kita menginginkan hal seperti itu?

Itulah yang ingin disampaikan buku ini, Kebahagiaan adalah Pilihan!!!

Sekarang aku baru menyadari keberuntunganku setelah membaca buku ini, keberuntungan karna ayah menyuruhku mengambil konsentrasi Administrasi Publik yang memaksaku sampai pada buku “Meraih Kebahagiaan” ini. Sehingga aku banyak belajar tentang Filosofi hidup. Seperti kata Will Durant Science without philosophy, fact without perspective and valuation, cannot save us from havoc and despair. Science gives us knowledge, but only philosophy can give us wisdom

4 responses

  1. ada beberapa rekomendasi hasil kopdar terbatas blogger subang pada sabtu (21/2) kemarin, terkait rencana kopdar massal.
    info selanjutnya, silakan klik di jejak annas

    February 22, 2009 at 2:58 pm

  2. wah hebat….kata2nya sampai membuatku semmeriwiiinnnggg….
    kak….kmi juga punya blog yg g klah bagus… kunjungi dan comentar juga ya di http://masamudamasakritis.wordpress.com/

    August 19, 2010 at 11:10 pm

  3. meidy

    asssalamualaikum… punten teteh hanya sekedar mengingatkan saja, lw referensi buku seperti buku yang teteh baca itu lebih baik diganti dgn buku latahzan aja, karna kalau banyak membaca buku filsafat khawatir

    October 29, 2010 at 9:47 am

  4. seni

    Waalaikumsalam wr wb.. hai salam kenal… hehe…seni baca semua buku kok..cm pgn share aja…La Tahzan juga seni baca insyaAllah kita bisa memfilter sendiri…

    October 31, 2010 at 1:00 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s