Hanya aku yang tahu isi hatiku…

Harus kuakhiri

send…

Hh…akhirnya sms yang sudah lama kubuat ini terkirim juga. Sms yang sejak 2 minggu lalu telah kuketik di ponselku, tapi tak pernah kuasa aku untuk mengirimnya, kubiarkan mengisi kekosongan di draft ponselku.

ððððð

Sejak minggu lalu aku berada dikampung halamanku, Selong, kota kecil di pulau Lombok. Damai selalu kurasakan setiap menginjakan kaki disini, beda dengan kota Bogor yang sumpek bagai lautan angkot. Belum banyak teman dan kerabat yang kukunjungi karena aku masih betah dirumah, berbagi cerita dengan kakak laki-lakiku dan ibu. Tapi semua itu besok akan terbayar kurasa karna teman-teman SMAku mengadakan Reuni Akbar SMA 1 Selong. Aku bisa bertemu dengan teman-temanku dan cinta pertamaku. Ah…tak sabar aku menghadapi besok.

“Assalamualaikum!” salam seorang pria membuyarkan lamunanku.

“Waalaikumsalam!”

Kubuka pintu perlahan karna aku merasa kenal dengan suara itu, jantungku tiba-tiba berdegup kencang ketika mendengar salamnya. Kreekk…suara pintu rumahku yang sudah berusia puluhan tahun itu kubuka.

Deg..deg..deg..hazki?degup jantungku tak lagi berirama, detaknya melebihi detak jantung orang yang telah lari mengelilingi lapangan bola sepuluh putaran.

“Hai Hus!” sapanya dengan senyum yang mengembang

“Hazki…?” tak dapat kusembunyikan rasa penasaranku yang bercampur dengan kaget. Seorang pria dengan tinggi 168 cm, berkulit sawo matang berdiri tegap tepat di depanku dan aku hanya bisa mematung terkesima. Dia mengenakan kemeja putih dengan garis-garis vertical berwarna biru, warna favoritku.

Hazki…pria yang selama 8 tahun ini telah diam-diam kucintai. Awalnya kufikir hanya perasaan sesaat. Perasaan cinta anak kelas 1 SMU yang dalam hitungan bulan bisa hilang begitu saja. Tapi ternyata tidak. Bahkan hingga kini, hingga aku telah menjadi Sarjana Perikanan dari Institut terkemuka di kota Bogor.

“Dorr! Kok bengong sih Hus? Ada yang aneh?” Hazki membuyarkan lamunanku.

“Hah? Eh, ng..nggak…nggak ada. Masuk yuk!” Hh…aku tau pasti hazki melihatku seperti orang bodoh, ya…aku memang selalu terlihat bodoh dan gugup jika berada didekatnya.

“Nggak usah. Aku cuma mampir bentar kok. Kemarin Ertin bilang kalo kamu udah balik, makanya aku cuma mau mastiin sekalian aku ada urusan dideket sini” Hazri menjelaskan dengan bersemangat dan aku hanya diam dengan muka

bodohku dan mulutku yang menganga.

“Hus..Husna!”

“Iya, iya! Eh, kenapa? Apa tadi? Sori…” Damn…bahkan telinga dan otakku benar-benar tidak bisa berkompromi. Arrgh…

“hahaha…kamu tuh kenapa sih? Ya udah, aku pamit ya, masih ada urusan. Jangan lupa besok dateng. Ketemu disana ya. Assalamualaikum!”

Hanya anggukan kepalaku yang mengantar kepergian Hazki. Oh, my God! Kenapa sih aku tuh selalu mendadak bego kalo depan dia? Hiks…aku jadi nyesel. Andai aku tau akan seperti ini jadinya, mungkin aku takkan pernah mengungkapkan isi hatiku padanya. Ya…sejak itulah aku menjadi seperti ini, selalu gugup dan terlihat bodoh jika ada dia.

Kubuka saved massage di ponselku. Kubaca sms yang pernah kukirim padanya 2 bulan lalu.

“Sblmny aq mnt maaf kl

ud lancang ma km,tp aq

ud ga thn nyimpen dlm

hati kl sbnrny dr kls 1 aq

udah suka sm km”

Ingin rasanya aku mengulang waktu dan tak pernah mengirimkan sms itu padanya jika ternyata aku akan canggung seperti ini padanya. Lalu kubuka sms balasan darinya yang hingga saat ini selalu membuatku sedih jika membacanya.

“jgn prnh brhnti jd shbtku”

Ah…hati wanita dan pria memang berbeda. Kukira dia akan menerimaku dengan tangan terbuka karna selama ini dia selalu baik bahkan perhatian padaku. Tidak sedikit teman-teman yang iri padaku karna perlakuan Hazri, dia sering membuat kejutan-kejutan kecil untukku disekolah. Bahkan setelah aku memutuskan hijrah ke bogor untuk mengejar gelar sarjanaku, dia tidak pernah absent menanyakan kabarku setiap minggu. Tapi ternyata, aku hanya mendapat kursi sahabat dihatinya.

ððððð

“Assalamualaikum!” sapaku pada teman-teman dengan wajah merasa bersalah. 45 menit sudah aku terlambat. Sepertinya semua orang sudah berkumpul termasuk Hazki. Hari ini dia terlihat sangat tampan. Dia mengenakan celana bahan warna biru donker, kemeja tangan panjangnya dilipat hingga ¾ tangan, dan topi nordwand kesukaanku.

“Waalaikumsalam!” jawab mereka serempak.

“Duh, maaf ya telat”

“nggak papa, baru dimulai kok acaranya” kata Dedi mantan ketua OSISku dulu yang tak pernah kehilangan wibawanya.

Reunian berjalan lancar. Setelah sambutan-sambutan, mengumpulkan sumbangan untuk biaya pembangunan sekolah, lalu ada hiburan dari adik-adik kelas. Ah…I really miss this moment.

“Hus, kenalin ini Indah pacar aku. Indah, ini Husna sahabatku dari SMA” dengan wajah tanpa dosa, bahkan berseri-seri dia mengenalkan kekasihnya padaku, pada sahabatnya yang juga menyukainya. Ah, hatiku remuk redam, hancur seketika, ingin rasanya kutampar diriku agar terbangun dari mimpi buruk ini. Orang yang selama ini aku sukai mengenalkan pacarnya kepadaku tanpa beban padahal dia tau aku begitu mencintainya..Hhh…..

“Hai!” sapaku pura-pura ramah sambil menjabat tangannya.

“Hallo!Hazki sering cerita tentang kamu loh. Kadang aku sering jealous, abis dia tuh banggain kamu banget” suaranya terdengar seperti cekikikan kuntilanak

ditelingaku. Aku hanya menganggukan kepala agar dia merasa bahwa aku sedang mendengarkan dengan baik. Sial! Kenapa wanita ini begitu cantik? Pantas saja Hazri lebih memilihnya. Arghh…aku benar-benar tak tahan. Lalu aku pamit untuk menemui teman-temanku yang lain padahal aku berlari ke parkiran dan langsung menancap gas motorku dengan air mata yang bercucuran.

ððððð

Setahun sudah kulewati setelah insiden perkenalan dengan kekasihnya hazri waktu itu. Aku benar tak tahan harus selalu menghindar darinya. Smsnya tak pernah kubalas, telfonnya tak pernah lagi kuangkat, bahkan aku selalu pura-pura tidur jika dia datang kerumahku. Aku benar-benar ingin menghilang dari kehidupannya.

Siang itu sengaja ku non-aktifkan Hp-ku karna sejak pagi Haski selalu mencoba menelfonku. Aku benar-benar tak sanggup harus mendengar suaranya, suara orang yang sangat kucintai tapi kini sudah jadi milik orang lain. Hiks…

Ada sms ketika kucoba untuk mengaktifkan kembalo ponselku. Dari Hazki?

“Husna,km pa kbr?kok

ga prnh d angkt c telf

aq?km kok ngilang2 gt

skrg?Knp?”

what? Dia nanya kenapa? Oh..Hazri, kamu tuh pura-pura bego, ato bener-bener bego? Dengan penuh amarah kuketik sms balasan.

“Hazki…maaf kl aq suka ngilang2.

Bukanny aq mo nghindar dr kamu,tp

aq blm bs mlupakan smuany,tt

prasaanku padamu.

Ksh aq wkt utk m’hlngkan rasa ini,

agar suatu saat aq bs dtng dgn tngn

trbuka kpdmu,sbg sahabat.mksh..”

Kirim? Ah…masih saja ada keraguan dihatiku. Kusimpan sms itu di draft ponselku, tak jadi kukirim. Ku non-aktifkan Hp-ku, lalu kututup mataku sejenak untuk melupakannya.

2 responses

  1. nvii

    Seni…kayaknya..kayaknya so real ya sen ceritanya..heheh!!adakah ini penggalan yang lalu dulu itu..hee…baca cerpen gue di fesbuk juha dunk..ada yang setipe loh…hehe!!!goodluck beibeh,,,

    December 7, 2008 at 10:22 pm

  2. annas

    wow imajinatif abisssssssss

    oya teh, blog saya yg baru yg ini tea

    December 16, 2008 at 12:51 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s