Hanya aku yang tahu isi hatiku…

KRL bogor-Jakarta di pagi hari

Entah berapa banyak caci yang keluar dari mulutku…

Entah berapa banyak maki yang terpendam di hatiku…

Saat aku tak puas akan diriku…

Hh…hari ini aku tersadar….

“turun…turun…” suara seorang anak kecil memecahkan keheningan KRL ekonomi-AC jurusan BOgor-Jakarta.

Sambil acuh tak acuh aku memperhatikan seorang bapak yang menggendong anaknya. tanpa sadar, aku sibuk dengan fikiranku sendiri, “kenapa sih ni bapak-bapak? udah tau anaknya ga mau malah dipaksa”.

Sesaat kemudian, bukan itu yang menjadi perhatianku. Anak itu…anak itu…tak punya hidung!!! Bukan!!! bukannya tak punya hidung, tapi…tak punya batang hidung lebih tepatnya. Ah…entah apa namanya, aku bahkan tak sanggup melihatnya. lubang hidung tang begitu besar hingga menutupi setengah mukanya, bahkan menyobek kelopak matanya. Hatiku menangis melihatnya. Anak sekecil itu harus menanggung beban…malu…sakit…yang bahkan mungkin aku takkan pernah sanggup menerimanya.

Ya Allah…entah pelajaran apa yang ingin kau berikan untukku…untuk orang-orang yang dengan santai tidur di kursi KRL itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s