Hanya aku yang tahu isi hatiku…

Mengapa hanya sesaat…?

sejak lama aku ingin membaca buku itu, buku yang membuat semua muslim di indonesia berubah…jadi lebih muslimin dan muslimah…walau hanya sesaat…?
Ketika Cinta Bertasbih, buku yang telah mengubah langit indonesia menjadi terang sejenak layaknya Ayat-ayat Cinta.
 
Mengapa…? Mengapa hanya sesaat…?
 
Ya…itulah orang indonesia, mereka akan cepat sekali berubah, “mengikuti trend” katanya.
 
Tadi malam, setelah waktu-waktu sibukku beberapa minggu ini, aku sempatkan membuka buku itu. Masih rapi…belum pernah kusentuh.
Tak pernah ingin kulewatkan satu kata pun ketika aku membaca karya Kang Abik.
Halaman pertama…
dia dedikasikan buku itu untuk anaknya dan generasi indonesia yang baru dilahirkan
Halaman kedua…
Halaman ketiga…
hingga ketemukan bagian prolog buku itu yang ditulis oleh Prof. Laode M. Kamaluddin, Ph.D.
Aku sengaja membaca prolognya terlebih dulu, karna kufikir beliau sengaja menyediakan waktunya yang padat untuk menulis prolog itu, setidaknya aku mencoba untuk menghormatinya.
Aku membaca dengan seksama hingga kutemukan kalimat………………………………………………………………………………………………………………………………….
 
“Orang-orang kita selalu dicekoki tokoh-tokoh jahat saja dan tidak diberi perimbangannya. dan secara tak langsung mereka termakan dengan cekokan itu. Sehingga seolah-olah dibenak mereka tidak ada lagi orang baik di dunia ini”
 
………………………………………………………………………………………………………………………………………………
Aku tertegun…kusadari bahwa pendapat kang abik benar. Orang indonesia terlalu manja. Mereka makan apa yang diberi tanpa memilah-milih terlebih dahulu, apa itu haram? apa itu halal? itu hanya perumpamaanku saja.
Lihat saja, begitu banyak sinetron yang ditayangkan oleh televisi nasional kita. Semua mengangkat konflik yang berlebihan kurasa. Menghalalkan berbagai cara untuk mendapatkan harta dan kekuasaan. Kalaupun ada sinetron islami, kurasa itu hanya demi menyambut ramadhan saja bukan?Hhh..aku sungguh tak mengerti, mengapa mereka membuat sinetron yang sudah jelas besar kemungkinannya memberi pengaruh buruk pada generasi indonesia? 
Bahkan aku tak mengerti harus bertanya pada siapa kalau ternyata rating sinetron memang lebih tinggi dibanding acara lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s